Kebun Binatang Surabaya atau sering dikenal KBS didirikan pada 31 Agustus 1916 yang merupakan kebun binatang tertua si Asia Tenggara. Pada awalnya kebun binatang ini dinamakan Soerabaiasche Planten-en Dierentuin berada di Kaliondo. Lalu setahun kemudian KBS dipindahkan ke Darmo yang kemudian menjadi tempatnya hingga saat ini. KBS terancam dibubarkan setelah 4 tahun beroprasi tepatnya pada tahum 1922 karena mengalami krisis. Namun pada tahun 1927 pemerintah memberikan bantuan besar sehingga berdampak pada pembangunan KBS yang semakin luas. Dukungan dari pemerintah saat itu membawa KBS semakin besar sehingga dianggap sebagai kebun binatang terlengkap dan terbesar di Asia Tenggara.

Tahun 2017, Kebun Binatang Surabaya memiliki sekitar 2.640-an satwa yang terbagi dalam 236 spesies. Satwa-satwa ini dikelompokkan menjadi 4 kategori, yakni mamalia yang terdiri dari Tapir, cheetah, kera besar, unta, zebra, beruang, llama, bison, gajah, harimau sumatera, harimau putih, bekantan, anoa, owa, dll. Kedua, Aves yaitu merak, jalak bali, pelikan, mambruk, burung air, kakaktua, julang, burung pemangsa, dan burung unta. Ketiga adalah reptilia yang terdiri dari Komodo, ular, dan buaya merupakan satwa koleksi yang termasuk reptilia. Sementara itu, area akuarium memiliki sekitar 600-an spesies ikan (pisces) baik air tawar maupun laut. Untuk dapat melihat berbagai jenis ikan kamu hanya perlu membayar Rp 10.000 saja. Interiornya sendiri sudah direnovasi agar lebih atraktif dan menarik bagi pengunjung.

Setiap akuarium juga dilengkapi papan informasi mengenai ikan yang dipamerkan. Jadi, bisa sekaligus menjadi tempat wisata anak yang edukatif sehingga dapat memberi mereka pengetahuan baru.

Pertunjukan hewan termasuk atraksi yang tak boleh dilewatkan saat mengunjungi kawasan konservasi seperti Jatim Park 2 dan Taman Safari Indonesia.

Di sini, pertunjukan hewan itu dikenal sebagai Animal Edutainment. Pertunjukan ini dimaksudkan untuk mengenalkan kita terhadap perilaku satwa sehari-hari.

Ada lima hewan yang bisa kamu lihat, yaitu burung makau, pelikan, pecuk padi hitam, beruang madu, dan berang-berang. Masing-masing punya keunikan tersendiri. Sayangnya, pertunjukan ini tidak termasuk dalam tiket masuk Kebun Binatang Surabaya. Jadi kalau ingin menyaksikannya, kamu perlu membayar biaya tambahan lagi sebesar Rp10.000.

Buat yang baru pertama kali ke sini, jangan khawatir nyasar karena lokasi Kebun Binatang Surabaya ada di tengah kota. Sehingga, sangat mudah dicapai baik dengan menggunakan kendaraan pribadi maupun umum. Transportasi menuju KBS cukup lengkap dan mudah diakses dari mana saja. Dari luar kota, bisa menggunakan jasa travel jember surabaya, langsung diantar ke tempat tujuan.

Kalau naik bus, turunlah di Terminal Bungurasih/Purabaya. Lalu oper ke bus P1, P2, PAC1, atau PAC2 dan turun di depan gerbang KBS. Tarifnya cukup murah, yakni Rp3.000 – Rp3.500 saja.

Kamu pun bisa naik DAMRI dan turun di Terminal Joyoboyo yang posisinya berdekatan dengan KBS. Tapi untuk mencapai pintu masuknya, kamu perlu berjalan kaki dulu sekitar 450 m.

Sementara itu kalau naik kereta, stasiun terdekatnya adalah Wonokromo. Kamu yang berasal dari Malang, Blitar, Bojonegoro, Sidoarjo, atau Kertosono bisa naik kereta api lokal alias komuter dan langsung turun di sini.

Setelah itu, kamu bisa naik angkot apapun yang menuju Joyoboyo dan jalan kaki ke KBS. Bisa juga langsung jalan kaki dari stasiun karena jaraknya hanya sekitar 1 km.

Kebun Binatang Surabaya buka setiap hari pukul 08.00 – 16.00 WIB. Kalau ingin menikmati kelucuan satwa-satwanya dengan tenang, datanglah di hari Senin – Jumat. Karena di hari libur, destinasi ini bisa sangat ramai. Akan tetapi, atraksi yang disediakan mungkin lebih sedikit dibandingkan musim liburan.

Tiket masuk Kebun Binatang Surabaya sendiri sangat terjangkau, yakni Rp15.000 baik untuk orang dewasa maupun anak-anak. Untuk anak-anak yang masih memiliki tinggi kurang dari 85 cm bahkan tidak dikenakan biaya sama sekali.