Taman Nasional Meru Betiri : Pelestarian Alam Yang Masih Alami

Taman Nasional Meru Betiri merupakan kawasan pelestarian alam yang memiliki ekosistem asli. Nama taman nasional ini diambil dari nama gunung tertinggi yang berada di kawasan taman nasional, yaitu Gunung Betiri dengan ketinggian 1.223 meter di atas permukan laut dan Gunung Meru dengan ketinggian 500 meter di atas permukaan laut.Taman nasional ini dikelola dengan sistem zonasi yang dimanfaatkan untuk tujuan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, menunjang budidaya, pariwisata dan juga rekreasi. Taman Nasional Meru Betiri ini bisa menjadi destinasi liburan di Jawa Timur, khususnya Banyuwangi dan Jember. Taman nasional ini juga memiliki pantai yang terkenal sangat asri, karena masih dipertahankan kealamiannya dan kebersihannya.

Taman Nasional Meru Betiri juga menjadi habitat atau rumah untuk berbagai jenis flora dan fauna. Karena itu, banyak ditemukan spesies yang dianggap punah di taman nasional ini. Taman Nasional Meru Betiri juga menjadi area konservasi untuk berbagai jenis tumbuhan dan hewan yang dilindungi.

Sejarah Taman Nasional Meru Betiri

Meru Betiri pertama kali ditetapkan sebagai Hutan Lindung pada tahun 1931 oleh pihak pemerintah Belanda yang saat itu memerintah Indonesia, lalu status tersebut diperkuat pada tahun 1938.

Pada tahun 1972, kawasan ini mengalami perubahan status dari Hutan Lindung Meru Betiri menjadi Suaka Margasatwa Meru Betiri seluas 50.000 hektar yang ditetapkan oleh Menteri Pertanian. Hal ini bertujuan untuk memberi perlindungan utama terhadap harimau Jawa (Panthera tigris sondaica) yang berhabitat di kawasan ini. Setelah itu pada tahun 1982, kawasan Suaka Margasatwa Meru Betiri mengalami perluasan wilayah, sehingga luasnya yang dulu 50.000 hektar menjadi 58.000 hektar oleh Menteri Pertanian.

Ditahun yang sama yaitu 1982, kawasan Suaka Margasatwa Meru Betiri kemudian dicalonkan sebagai Taman Nasional Meru Betiri oleh Menteri Pertanian. Keputusan secara resmmi dikeluarkan pada tahun 1997 melalui Surat Keputusan Menteri Kehutanan No. 277/Kpts-VI/1997 tentang Taman Nasional Meru Betiri seluas 58.000 hektar.

Flora dan Fauna di Taman Nasional Meru Betiri

Kawasan ini sangat cocok dijadikan bahan observasi ataupun liburan karena terdapat banyak sekali flora dan fauna yang dapat ditemukan di Taman Nasional Meru Betiri ini.

  1. Flora
    Beberapa tumbuhan pantai yang hidup di taman nasional ini antara lain api-api (Avicennia sp.), bakau (Rhizophora sp.), nyamplung (Calophyllum inophyllum), bendo (Artocarpus elasticus), dll.

Beberapa tumbuhan obat yang hidup di kawasan ini yaitu kedawung (Parkia roxburghii), kluwek (Pangium edule), pule pandak (Rauwolfia serpentina), joho lawe (Terminalia balerica), dan jati belanda (Guazuma tomentosa).

Tak hanya itu, Taman nasional ini juga menjadi habitat bunga padmosari (Rafflesia zollingeriana) yang termasuk ke dalam jenis tumbuhan dilindungi dan merupakan flora endemik taman nasional. Tumbuhan yang menjadi inangnya adalah liana (Tetrastigma lanceolarium dan Tetrastigma papillosum).

Pada kawasan ini terdapat juga beberapa tumbuhan parasit yang sangat langka dan dilindungi, yaitu Balanhopora fungosa Spesies ini diketahui hanya tumbuh di sekitar Bandealit dan Teluk Hijau dan yang menjadi inangnya adalah spesies Ficus spp..

  1. Fauna
    Tak hanya flora, fauna pun banyak hidup di Taman Nasional Meru betiri ini. Diketahui ada 29 spesies dari kelompok mamalia serta 180 spesies dari kelompok burung di taman nasional. Semua spesies dari kedua kelompok tersebut juga tergolong ke dalam jenis satwa yang dilindungi.

Beberapa di antara hewan yang dilindungi yaitu monyet kera ekor panjang (Macaca fascicularis), musang luwak (Paradoxurus hermaphroditus), macan tutul (Panthera pardus melas), rusa (Cervus timorensis russa), (Cervus unicolor), kucing kampung (Prionailurus bengalensis javanensis), serta bajing terbang ekor sembilan merah (Iomys horsfieldii). Selain itu ada pula burung merak (Pavo muticus), elang (Spizaetus alboniger), ajag (Cuon alpinus javanicus), penyu hijau (Chelonia mydas), penyu sisik (Eretmochelys imbricata), penyu belimbing (Dermochelys coriacea), dan penyu lekang atau juga disebut penyu ridel (Lepidochelys olivacea).

Tidak hanya itu, spesies lain yang juga dilindungi yaitu banteng (Bos javanicus), kijang (Muntiacus muntjak), kancil (Tragulus javanicus), linsang (Prionodon linsang), landak (Histryx javanica), Accipiter trivirgatus, Falco moluccensis, Hieraaetus kienerii, Otus lempiji, dan Glaucidium castanopterum. Kawasan taman nasional ini juga menjadi habitat terakhir bagi spesies harimau loreng Jawa (Panthera tigris sondaica). Satwa ini adalah salah satu spesies yang dilindungi karena statusnya terancam punah.

Sebenarnya masih banyak lagi jenis – jenis flora dan fauna di Taman Nasional Meru Betiri ini. Yuk lihat langsung flora dan faunanya dengan mengunjungi Taman nasional ini. Tetap jaga kebersihan lingkungan alam kita dimanapun anda berada.

Happy Travelling!

Rate this post