Surabaya tidak hanya kaya wisata sejarah dengan bangunan sejarahnya, akan tetapi, wisata alam di Surabaya, Jawa Timur juga patut diperhitungkan, salah satunya yaitu ekowisata mangrove, Wonorejo, Surabaya, Jawa Timur. Wisata ini memiliki luas lahan lebih dari 800 hektar, dikawasan ini terdapat 83 spesies burung eksotik dan langka.
Setiap tahunnya, penanaman pohon mangrove ditargetkan mencapai 50 ribu batang, dengan luas mencapai 10 hektar. Pengelola setempat telah memberlakukan sistem paket untuk jalur wisata tersebut, sehingga para pengunjung dapat menikmati wisatanya dengan nyaman.
Hutan bakau atau disebut juga hutan mangrove adalah hutan yang tumbuh di air payau dan dipengaruhi oleh pasang-surut air laut. Hutan ini tumbuh khususnya di tempat-tempat di mana terjadi pelumpuran dan akumulasi bahan organik. Baik di teluk-teluk yang terlindung dari gempuran ombak, maupun di sekitar muara sungai di mana air melambat dan mengendapkan lumpur yang dibawanya dari hulu.. Di pantai timur Surabaya ini, lebih dari setengah jenis bakau yang ada di Indonesia tumbuh subur di sana.
Vegetasi asli yang tumbuh di daerah ini didominasi oleh bakau (Rizhophora mucronata, Rizhophora apiculata), api-api (Avicennia alba), pidada (Sonneratia caseolaris), dan buta-buta (Excoecaria agallocha). Beberapa jenis tumbuhan lain juga ditemukan di kawasan ini seperti ketapang (Terminalia catapa) dan nipah (Nypa fructicans).
Selain itu, terdapat pula tanaman sejenis bakau dan nonbakau introduksi (hasil kegiatan reboisasi). Misalnya waru larut (Hibiscus tilliaceus), tanjang (Bruguiera gymnorrhiza), nyamplung (Callophylum inophyllum), bintaro (Cerberamanghas), akasia (Acacia auriculiformis), asem (Tamarindus indica), dan lamtoro (Paraseriantes falcataria).
Rute Perjalanan
Untuk menuju ke kawasan wisata mangrove, pengunjung harus menempuh perjalanan dengan jarak sekitar lima kilometer dari Jembatan Merr II-C yang ada di kawasan Perumahan Pondok Nirwana, Kedung Baruk atau kampus Stikom Surabaya. Kemudian, dari jembatan itu pengunjung berjalan ke arah timur melewati IPH School, pangkalan taksi Orenz, hingga menemui penunjuk arah menuju EWM. Jarak tempuh dari titik tersebut hingga ke lokasi kira-kira 2,5 kilometer.
Harga Tiket
Untuk dapat memasuki ekowisata mangrove ini, pengunjung ditarik tarif sebesar Rp 25.000 rupiah untuk orang dewasa dan Rp 15.000 untuk anak-anak.
Jam Buka Ekowisata Mangrove
- Senin – Jumat 08.00-18.00 (menghubungi pihak pengelola wisata mangrove terlebih dahulu jika ingin melakukan kunjungan studi bagi pelajar)
- Sabtu – Minggu 08.00-18.00
- Hari Libur 08.00-18.00
Fasilitas yang ditawarkan
Fasilitas yang ditawarkan di Ekowisata Mangrove ini yaitu perahu dengan perjalanan pergi dan pulang selama 20 menit. Selang 20 menit selanjutnya perahu tersebut silih berganti datang kembali.
Selain itu, pengunjung juga bisa menyewa speedboat dengan kapasitas 6 orang dengan biaya sekitar Rp 300.000 rupiah. Selama di perahu, pengunjung akan didampingi oleh pemandu wisata setempat.
Di Hutan Mangrove Wonorejo ini, pengunjung akan menjumpai banyak monyet jenis laut atau monyet berekor panjang yang bermain dengan bebasnya. Hal ini diakukan untuk menjaga populasi monyet agar tidak punah dan tetap ada. Pengunjung diharapkan tetap berhati-hati agar tidak membuat monyet-monyet itu merasa terganggu.
Tak hanya itu, pengunjung juga bisa menikmati keindahan alam mangrove dan juga bercengkrama langsung dengan binatang yang dilepas di sana. Sampai saat ini ekowisata mangrove di Surabaya timur masih menjadi satu-satunya wisata hutan pantai di Surabaya.
Ekowisata Mangrove ini sangat cocok dijadikan destinasi wisata anda saat berlibur sekaligus melepas jenuh.
